Selasa, 22 Januari 2019

30 Days of Challenge _ Introduce Myself

It's been a while huh? 
Selamat datang di tahun 2019 yang masih penuh misteri dan misery. dan tetiba saya ingin banget memulai kembali passion yang sudah lama hilang. Menulis. 

Tadinya kepikiran untuk menulis lagi di diary atau jurnal dan sejenisnya. Hanya kalau menuliskan sesuatu yang personal agak berbahaya hahaha.. takut kebaca sama suami atau sama anak sendiri wkwk.. 
Tapi di sini pun sama ya haha malah lebih parah sepertinya karena semua orang bisa baca :) 

So..kemarin saya browsing Pinterest. dan muncul lah di timeline mengenai 30 Days of Challenge yang menantang untuk menulis selama 30 hari mengenai segala hal dari mulai introduce yourself, what's your hobby, where do you feels like home, or etc etc. Dan saya berminat banget untuk mencoba menulis lagi dengan tema yang sudah ditentukan. Semoga sih dapat terselesaikan selama 30 hari.

Kalau ingat jaman sekolah dulu, gue termasuk yang rajin menulis di diary. Bahkan sampai sekarang masih ada diary nya hahaha agak bahaya sih takut kebaca orang terutama suami tapi yaa namanya juga jaman dahulu kala. kadang suka dibaca lagi dan ketawa-ketawa sendiri kenapa dulu begitu amat gue wkwkwk

And let's start 30 Days of Challenge


First_ Introduce Myself

kemarin sempat berselancar di Twitter, dan menemukan sebuah thread. Kalau kamu berada di suatu tempat dan bertemu dengan orang baru, teman mu memperkenalkan kamu ke orang itu, apa yang akan kamu perkenalkan mengenai dirimu? Gue tertarik baca balasan thread orang-orang, kebanyakan balasan ngaco sih haha dan gue jadi ikutan mikir kira-kira gue akan ngomong apa ya. Selama ini gue hanya memperkenalkan diri dengan 'Hai salam kenal. Saya Winda.' titik. period. tidak ada basa basi sebelum kita duduk ngobrol ngalor ngidul.

Dan dimana lagi biasanya gue memperkenalkan diri? di curriculum vitae, untuk pekerjaan, saat interview hahaha

Oke jadi gue akan memperkenalkan diri. Nama gue Winda Surikirana. sekarang umur jalan 31 tahun. kelahiran 1988. tanggal 29 Maret. 

I'm taken. with marriage book. hahaha. I'm already married. i have a daughter, 5yo. 

Gue bekerja sebagai Ibu Rumah tangga, penjual dan freelancer. multi tasking huh? yeah sampai kepala bisa meledak kapan saja. dan badan sudah tyidak syanggup kalau lagi mengejar dateline yang harus begadang-begadang. 

So apa yang menarik dari kehidupan gue? i'm just a simple person. hal besar yang muncul dalam kehidupan gue adalah menikah dan punya anak. karena dari dulu tidak pernah ada bayangan apapun mengenai 2 hal ini. yang ada dalam bayangan gue hanya apa yang ingin gue lakukan setelah lulus kuliah yaitu menjadi pebisnis/freelancer dengan pekerjaan yang fleksibel. dan tiba-tiba gue dihadapkan dengan menikah dan sebulan menikah langsung hamil dan 9 bulan kemudian punya anak, hidup gue langsung berasa terbolak balik, seakan hal-hal yang belum tercapai langsung runtuh, makanya gw mengalami baby blues tapi pada saat hamil bukan setelah melahirkan. 

i'm just a simple minded person. not-so ambitious. thick headed (a little), tidak peka terhadap lingkungan sekitar, pendengar yang baik tapi bukan pemberi nasihat yang baik, pelupa segala hal, dan makin parah setelah punya anak, agak sering melanggar aturan apapun, tidak suka diatur apabila aturan itu ganggu kehidupan gue yang tenang dan damai ini, lebih suka sendiri kalau mengerjakan sesuatu, tapi kalau disuruh bergabung di tim gue termasuk yang netral tergantung sikon bisa aktif/pasif. paling suka dengan cowok yang bisa membuat gue ketawa sampai nangis (salah satunya suami kuu), benci banget sama kupu-kupu, dan sekarang makin bertambah benci nya tapi tetep nomor 1 serangga terbang satu itu, yang kata orang-orang bagus, indah, you named it, karena bagi gue mengerikan. 

jadi mungkin hanya segitu perkenalan mengenai diri saya sendiri. do not ask about my goal untuk tahun ini, karena goal gue tahun ini adalah ngajak anak nya kenalan dengan alam, perbanyak ibadah puasa dan sholat sunnah dan lunasin utang hahaha

So until tomorrow kita lanjut dengan tema yang lain :)

Selasa, 23 Oktober 2018

Jumat, 10 Maret 2017

T H E B E G I N N I N G

biarkan aku menjadi pecundang
saat aku tahu tidak ada sesuatu
yang harus aku lindungi
bahwa sebenarnya dirikulah yang harus..

biarkan aku menjadi penipu
saat aku mengkhianati diriku
dan memaksa diriku
untuk mengatakan bahwa semuanya benar

biarkan aku menjadi aku
saat aku mulai berlari 
menjauhkan kebohongan ini
karena jalanku telah menjadi
sesuatu yang aku hancurkan



-------

I JUST WANT TO CRY IN FRONT OF YOU

Via termangu memandang coretan di kertas yang sedari tadi dipegangnya. Dia duduk di kursi paling ujung di angkutan umum. tangannya terus memegang kertas tersebut hingga lusuh.

Hari itu siang dan apa yang terjadi di sekolah seharian tadi membuatnya ingin pulang secepat mungkin. atau menghilang secepat mungkin dari depan teman-teman nya. terutama Gilang.

'Cowok itu tidak pernah mau menganggap gue adalah temannya. Apa yang salah dengan gue? Apa yang salah dengan perasaan yang gue punya sekarang? Apa yang salah seandainya gue hanya ingin menjadikan dia teman gue?' pikiran berkecamuk di kepala Via, hingga akhirnya dia menyadari satu hal yang tidak ingin dia pikirkan sama sekali. 

' Apa yang salah dengan perasaan yang gue punya sekarang?' 

if you have something in mind, speak it out loud. when you say it was easy to say, but it wasn't. Via memandang lagi kertas yang dipegangnya sedari tadi. kalimat itu hampir  nyaris membuka perasaan dia di depan Gilang, tadi. Menahan air mata sampai pusing saat dia mengatakan kalimat yang paling kejam, menurut Via, dari semua kalimat yang pernah dikatakan oleh Gilang kepadanya. 

'Jangan pernah menganggap gue sebagai teman elo, Vi..'

damn it

Rasanya begitu besar keinginan Via untuk menampar wajah ganteng itu, wajah yang sudah memikat dia dari awal mereka bertemu saat hari pertama mereka masuk ke SMA yang sama. Dan tidak pernah disadari juga seberapa dalam pertemanan mereka hingga akhirnya perasaan yang tidak bisa dibohongi oleh Via sendiri, selain dia menganggap Gilang adalah temannya. 

dan sesuatu yang tidak mungkin bagi Via untuk mengatakan bagaimana perasaan dia sekarang terhadap Gilang di saat Gilang mengatakan hal seperti itu. 

'Elo sayang sama Gilang?' tanya Gita. 

saat itu Via hanya menanggapi pertanyaan Gita dengan tersedak, lumayan tersedak, hingga harus minum beberapa gelas untuk mengurangi sakit nya. Teman-temannya memandang Via dengan heran, dan tanpa perlu mereka mengucapkan apapun mereka sudah tahu jawaban nya, tanpa perlu Via mengatakan apapun itu jawabannya.

'hei kita taruhan' kata Gilang tiba-tiba
'taruhan apa?' 
'taruhan kalau kita tidak akan saling memiliki perasaan satu sama lain.' kata Gilang serius
Via memandang Gilang, terdiam. Lalu sedetik kemudian tertawa keras.
'HAHAHA impossible!!' 

Via termangu. Teringat taruhan itu beberapa waktu lalu, taruhan konyol yang dibuat oleh Gilang di saat mereka lagi duduk-duduk di pinggir pantai. Waktu itu mereka liburan kenaikan kelas dengan pergi rombongan ke Anyer. Tidak ada yang bisa menduga di antara mereka berdua, mungkin hanya Via sendiri yang merasakan hal ini, taruhan itu ternyata dia yang kalah. Walaupun pada saat itu dia hanya mengatakan hal konyol dan sebagainya. Karena memang saat itu tidak ada pikiran untuk menyayangi orang yang ada di sebelah nya. Seiring berjalan waktu, bahkan Via tidak tahu kapan perasaan itu ada, tanpa dia sadari dengan insting seorang perempuan hatinya sudah terpaut terlalu jauh dengan sosok cowok itu. 

Dan di saat sebelum dia berusaha untuk menunjukkan bagaimana perasaan dia, dia sudah ditolak mentah-mentah. Tidak menganggap teman sama saja dengan menyuruh gue menjauh dari dia, pikir Via. 


C O N T I N U E D  

Selasa, 21 April 2015

tuesday night




gue menulis ini bukan tuesday morning tapi tuesday night hehe :)

sudah lama banget engga nulis blog ini. i miss you blog. mungkin karena sekarang waktu berjalan begitu cepat. mengurus anak, mengurus rumah tangga, mengurus bisnis barang vintage, mengurus freelance, dan sebagainya. 
kadang gue merindukan kehidupan office hour. yes absolutely right, i missed those air, those situation, those hectic in office hour. but everytime i remembered how it feels, i remembered how it could be the worst part of my life. 
yang membuat gue bisa move on saat gw mengklarifikasi kembali apa yang gue inginkan waktu gue sekolah gue kuliah dan masih begitu banyak hal-hal yang masih ingin gue lakukan. dan gue menyadari saat gue dengan cepat dan dipaksa untuk keluar dari zona yang gue pikir gue akan aman di dalamnya gue jadi menyadari bahwa bukan ini yang gue kejar-kejar dari dulu. bukan kehidupan seperti ini yang gue bayangkan sebelumnya. bukan seperti ini pekerjaan yang gue inginkan. walaupun gue sempet membayangkan akan bergelut di bidang ini dan gue bisa merasa berterima kasih telah bekerja di bidang visual merchandise dan event organizer yang agak berbeda jauh dari subject gue graphic design, gw masih merasa bersyukur semua hal itu dapat mempengaruhi apa yang gue kerjakan sekarang. 

saat gue berusaha untuk bangkit lagi saat itu juga gue menemukan apa yang gue cari kembali ke masa entah kapan dimana gue ingin banget bisa seperti ini. work at home. and be fabolous haha..

about my marriage..what can i say? happy? sad? terrible? nightmare? hahah all of them i think hahah..
but i don't know.. deep inside my heart i know, surely i know, we're all doing good until we're separated with death. insya Allah.

what can i say?

:) 

Jumat, 26 Desember 2014


.. and you bring me smile and laugh and responsibility to take care of you..


and i have loved you just the same



... and i have loved you just the same


Selasa, 04 Maret 2014

Her name is Raeka Putri Kirana

tanggal 23 Agustus 2013..pukul 11..err,lupa menitnya :) telah lahir ke dunia dengan selamat anak perempuan pertama gue. walaupun bukan dengan normal, harus dilakukan cesar, tapi kehadiran dia sudah ditunggu-tunggu. 

saat pertama kali mendengar tangisnya saat dikeluarkan dari perut itu merupakan sesuatu yang bikin gue bengong. gue engga nangis, terharu pun tidak, tapi saat mendengar suara cegukan dan tangisan dia saat ditarik dan diangkat keluar ada perasaan amazing, kagum, luar biasa, tidak tahu harus berekspresi seperti apa. mungkin keadaan akan beda kalau persalinan itu normal. tapi gue bisa membayangkan kalau gue melahirkan normal yang akan gue lakukan pada saat gue sudah mengeluarkan dia adalah ngomong "akhirnyaaaaaaa..." hahaha..

pada saat pertama kali dia diletakkan di pelukan gue pada saat di ruangan transit after operation, untuk menghisap asi pertama (colostrum) yang keluar dari payudara gue, rasanya masih bengong. saat di kamar dikelilingi oleh keluarga pun masih terpana. air mata keluar malah di saat gue mendengar dia menangis meminta asi, dan gue tidak mengeluarkan asi dengan cukup dan dia yang tidak bisa menyedot langsung dari payudara, dan bermalam-malam selanjutnya dengan terus memompa dan memompa tanpa henti demi memberikan asi eksklusif. dan seterusnya seterusnya.

dan sekarang..dia sudah 6 bulan 1 minggu. sudah mpasi. dan gue masih memberikan asi. target untuk 1-2 tahun mungkin bisa gue jalani. melihat perkembangan dia dari buka mata, ngoceh pertama, tengkurep pertama, bisa memegang kaki dan barang-barang, bisa mendengar suara, hingga sekarang belajar nungging untuk bisa duduk, dan yang membuat gue masih amaze adalah ikatan yang tercipta antara gue dan dia. 

dia anak gue. masih bingung dan bengong bahwa dia selama ini hidup di dalam perut gue, bahwa gue bisa menghasilkan kehidupan. bahwa gue telah menjadi seorang ibu, orang tua. 

tanggung jawab yang begitu besar. 

betapa pada saat kehamilan begitu banyak cobaan yang menerpa. keluar dari comfort zone pekerjaan, tidak ada penghasilan, dan tiba-tiba memiliki lagi passion yang dulu menjadi impian gue untuk memulai usaha, tiba-tiba semuanya berjalan begitu cepat. dan tidak ada yang tahu hingga mana ini semua berjalan. dia lahir dengan sifat keras, emosi yang bergejolak dalam diri gue saat gue mengandung dia. hal yang sekarang menakutkan gue, gue takut dia akan tumbuh sebagai anak yang keras. dan gue bisa melihat dia sekarang seperti apa. sifat kerasnya sudah terlihat. dan gue mengandung dia dalam keadaan berjuang keras, menahan emosi, menahan air mata yang ingin tumpah, dengan sifat keras gue yang gue sendiri tidak menyangka memiliki sifat tersebut.

tapi gue akan membimbing dia, menuntun dia, dengan sifat kerasnya dia bisa berjuang, dan menunjukkan kepadanya mama mengandung kamu dengan banyak cobaan yang menimpa mama tapi mama bisa survive hingga bisa seperti sekarang. gue ingin menunjukkan itu padanya kelak.

dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam :) waktunya tidur. 

miss you my blog.